PERENCANAAN
USAHA
(Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan)
ROTI BAKAR “RASA SAYANGE”
Dosen
Pembimbing :
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Richy O B Silalahi
121201145
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014
Proposal Usaha Roti Bakar
A. Profil Usaha Roti Bakar
Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.
Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.
Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk
makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang
ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi
harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.
Proposal Usaha Roti Bakar - Dari fenomena diatas
maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan sebuah usaha jualan roti
bakar. Saya ingin membuat usaha roti bakar dengan nama Roti Bakar “Rasa
Sayange” dimana dari segi rasa yang beraneka-ragam yang memberi sensasi nikmat
untuk konsumen, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen
karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga terbilang
mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
B. Kebutuhan Modal Awal 2 Gerobak / Biaya Tetap
- Tempat untuk jualan / Gerobak : Rp.2.000.000
- Tempat untuk bakar roti (Wajan) : Rp. 300.000
- Kompor : Rp. 200.000
- Dekelit 3 x 4 m : Rp. 150.000
- Tempat selai / Toples 4 buah : Rp. 40.000
- Garpu roti : Rp. 15.000
- Pisau roti : Rp. 8.000
- Solet besar 4 biji : Rp. 16.000
- Solet Kecil 4 biji : Rp. 20.000
- Parutan keju 2 buah : Rp. 9.000
- Tempat garpu, pisau : Rp. 45.000
- Sticker dan daftar harga roti : Rp. 30.000
- Jumlah : Rp. 2.633.000,-
C. Kebutuhan Bulanan 2 Gerobak / Biaya Variabel
1
- Selai strawberry 10 kg : Rp. 70.000
- Selai nanas 10 kg : Rp. 70.000
- Simas 12,5 kg : Rp.113.000
- cokelat ceres 12,5 kg : Rp.175.000
- kacang 4 kg : Rp. 56.000
- susu 36 kaleng : Rp.216.000
- keju10 biji :Rp.140.000
- pisang 1 tundun :Rp. 40.000
- plastic 3 pack :Rp. 12.000
- kertas roti 1 pack :Rp. 15.000
- Jumlah : Rp.907.000
D. Kebutuhan 2 hari sekali untuk 2 Gerobak /
Biaya Variabel 2
Roti 40 biji : Rp.88.000
Gas ELPG 6kg 2 : Rp. 24.000
Roti 40 biji : Rp.88.000
Gas ELPG 6kg 2 : Rp. 24.000
Jumlah : Rp.112.000
Maka selama 1
bulan biaya untuk beli roti dan minyak tanah = Rp.112.000 X 15 = Rp.1.680.000
Jadi jumlah total pengeluaran selama 1 bulan Variabel
1 + Biaya Variabel 2
= Rp. 907.000 + Rp.1.680.000 = Rp.2.587.000
= Rp. 907.000 + Rp.1.680.000 = Rp.2.587.000
E. Estimasi Biaya dan Pendapatan
Diperkirakan setiap hari 1 gerobak mampu terjual roti sebanyak 8 buah. Maka selama 1 bulan untuk 1 gerobak diperkirakan = 8 x 30 hari : 240 roti
2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual = 240 x 2 gerobak : 480 roti
Diperkirakan setiap hari 1 gerobak mampu terjual roti sebanyak 8 buah. Maka selama 1 bulan untuk 1 gerobak diperkirakan = 8 x 30 hari : 240 roti
2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual = 240 x 2 gerobak : 480 roti
Pendapatan kotor 1bulan (harga roti terendah) = 480
roti x Rp.7000 = Rp.3.360.000
Pendapatan bersih 1 bulan = Pendapatan kotor –
Pengeluaran Biaya keseluruhan
= Rp.3.360.000 – Rp.2.587.000
= Rp.773.000
= Rp.3.360.000 – Rp.2.587.000
= Rp.773.000
Pendapatan sebesar Rp.773.000 adalah
pendapatan dari harga jual roti terendah, sedangkan kita mempunyai
bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa yang dinginkan ini dapat dilihat
pada tabel daftar harga roti berikut ini :
Daftar Harga
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.773.000
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.773.000
- Nanas/Strawbery = Rp. 7000
- Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang = Rp. 8.000
- Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang = Rp. 8.000
- Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat = Rp. 8.000
- Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju = Rp. 8.000
- Coklat = Rp. 7.000
- Kombinasi Coklat + Pisang = Rp. 8.000
- Kombinasi Coklat + Kacang = Rp. 7.500
- Kacang = Rp. 7.000
- Kombinasi Kacang + Pisang = Rp. 8.000
- Kombinasi Keju + Pisang = Rp. 8.000
- Kombinasi Keju + Coklat = Rp. 8.000
- Kombinasi Keju + Kacang = Rp. 7.500
- Special = Rp.10.000
F. Analisis Titik Impas ( BEP )
Dalam menghitung analisis titik impas kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.
Investasi awal = Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
= Rp.2.633.000 + Rp.2.587.000
= Rp.5.250.000
Dalam menghitung analisis titik impas kita terlebih dahulu menentukan jumlah total investasi awal.
Investasi awal = Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
= Rp.2.633.000 + Rp.2.587.000
= Rp.5.250.000
Kemudian kita menentukan pendapatan bersih setiap
bulannya, Disini kita menggunakan nilai pendapatan bersih terendah setiap
bulan yaitu Rp.773.000 dengan harga terendah yaitu Rp. 7.000
Maka titik balik modal (BEP) akan terjadi pada bulan ke 6,9 bulan ~ 7 bulan
Jika harga Roti kita bervariasi Jadi bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 7 bulan.
Maka titik balik modal (BEP) akan terjadi pada bulan ke 6,9 bulan ~ 7 bulan
Jika harga Roti kita bervariasi Jadi bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 7 bulan.
G. Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti ini kita tidak
memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan skill yang khusus seperti sarjana
dll, akan tetapi yang diperlukan adalah orang yang mau bekerja secara tekun /
telaten, sabar, kerja keras dan tidak gengsi karena ini merupakan pekerjaan mudah
menurut pandangan masyarakat tertentu. Usaha roti bakar ini akan dijalankan
oleh saya sendiri dan dua orang teman kuliah saya.
H. Lokasi
Pilihlah lokasi yang paling bagus yaitu ditempat yang
banyak dilalui orang (banyak orang yang melakukan aktifitas) seperti di depan
toko (supermarket), di perempatan atau pertigaan jalan dll. Untuk lokasi
yang sudah kami dapatkan yaitu di depan rumah, lokasi cukup bagus karena di
pinggir jalan dan warga sekitar rame, dan satu lagi di pinggir jalan raya Dr.
Mansyur dekat pintu empat USU.
I. Pesaing
Mensurvei para pesaing-pesaing. Langkah berikutnya,
bertanya kepada diri sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan
melakukan inovasi. Contoh, bagaimana caranya membuat roti bakar kita beda
dengan penjual lain dan terlihat lebih unik serta kalau bisa dengan harga
murah.
J. Strategi Pemasaran
Terdiri dari (Price+Place+Promotion). Harga roti akan
dibuat menjadi lebih murah, di lokasi yang strategis, serta melakukan promosi
dengan diskon atau bonus
K. Faktor- faktor penjualan
Faktor Cuaca
· Bila hujan
turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak /
jarang dan sepi penjualan juga
· Bila cuaca
terang maka orang banyak yang keluar sehingga target roti 1 hari terjual 16
roti bisa terpenuhi bahkan bisa lebih dari target.
Faktor
Ekonomi Masyarakat
· Bila musim
akhir bulan maka pembeli tidak begitu banyak, namun bila awal bulan maka
biasanya pembeli ramai.
· Bila harga
sembako naik walaupun hanya sedikit, kadang bisa mengurangi pembeli.
Apabila faktor tersebut benar-benar mempengaruhi dalam
jualan roti, kita masih bisa mendapat untung sekitar Rp.± 300.000 dalam satu
bulan. Namun, dengan perencanaan yang baik, maka segala hal bisa menjadi lebih
mudah. Semoga dari penjelasan tentang proposal usaha roti bakar sederhana
tersebut bisa bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar